Think Critically, Seni Berpikir Kritis
Saat itu kmtl ftp ub kabinet proaktif sedang malangsungkan acara organization training camp atau biasa disebut otc.program kerja dari departement psdm ini memiliki fungsi untuk bisa menumbuhkan rasa profesionalitas para staff kmtl dalam berorganisai serta merekatkan antar staff kmtl yang berbeda department.para staff kmtl datang ke venue acara dengan dresscode batik.begitu elegan,rapih,tampan dan nampak nasionalis.acara otc jika saya rangkum berisi pemaparan,bermain tebak tebakan dan pemutaran video.namun ada hal menarik yang bisa saya bagikan kepada teman teman semua.isi materi dari pemateri kedua oleh mas hafiz.menumbuhkan daya berpikir kritis.menurut saya konten ini sangat penting,karena dengan kita berpikir secara kritis,kita dapat bekerja secara efektif dan efesien.kita mendapatkan berbagai pandangan atau prespektif untuk mengatasi suatu masalah.beliau memaparkan penjelasan terkait berpikir kritis dengan cara yang sederhana dan unik,namun sangat menyentuh bagi yang mendegarnya.pembawaannya dalam menjelaskan sudah mengajak kita untuk berpikir kritis selama dia menjelaskan.tanpa ppt dan latar suara,namun membuat saya khusyuk memperhatikan setiap untaian untaian kata katanya yang bergitu tersusun dan tertata.bahasa yang dia bawa tidak terlalu berat namun berbobot.menurutnya berpikir kritis ialah mengkuliti sebuah konteks sampai ke akar akarnya.di benak saya berpikir kritis merupakan pola pikir pada suatu konteks pada bagian yang esensial atau hal hal yang penting.am i wrong? i dont know.beliau juga memaparkan cara melatih daya berpikir kritis.
1.diskusi
2.membaca
3.melatih cara berbicara
diskusi diperlukan dalam mendapatkan pandangan pandagan baru mengenai solusi atas suatu permasalahan.
membaca diperlukan dalam membuka wawasan kita agar lebih luas dalam mendapatkan pandagan pandagan kita.beberapa penulis hadir untuk dapat mematik daya kritis kita terhadap dunia
melatih berbicara dapat dilakukan dengan cara menemukan salah satu titik terlemah manusia,lebih tepatnya di hati.dalam berbicara,kita harus sentuh hati para pendengar dengan "menyakiti" hatinya.menyakiti disini dalam konteks positif yaa.maksud dari menyakiti disini ialah menyayat hati pendegar dengan kata-kata yang tertata,menyentuh dan deep meaning.dengan kita berdiskusi kit mengasah pisau kita.dengan kita membaca kita meningkatkannya menjadi kapak.dengan melatih cara berbicara gergaji.untuk meningkatkan daya kritis,kita harus memperbanyak jam terbang kritis kita.lalu beliau juga melatih daya kritis para peserta otc dengn melontarkan studi kasus yang kurang lebih mengenai peperangan dua negara adidaya,amerika dan china yang terjadi saat ini yang bukan menggunakan senjata melainkan peperangan dengan ekonomi apakah dapat berujung pada kiamat? kemudian dilanjutkan lagi dengan pertayaan apa yang terjadi ketika salah satu dari dua negara tersebut memenangkan peperangan?lalu apa yang terjadi jika kedua negara tersebut sama sama kalah?beliau menyampaikan teorinya yang kurang lebih seperti ini,ketika dua negara adidaya tersebut kalah,maka negara negara tersebut berkoalisi dan membantuk suatu kekuatan baru,dan pada akhirnya bukan suatu luas wilayah yang mempersatukan mereka,namun hal yang menyangkut pemahaman mereka yaitu agama.
materi pertama otc terkait bagaimana kita mengatur waktu agar lebih baik.dan pemateri terakhir mba farida menjelaskan mengenai kekeluargaan,profesionalisme & teamwork,organisasi.mba farida menjelaskan sebagai keluarga itu memberikan solusi dan pandagan yang lebih baik serta merangkul dan mendukung antar anggota keluarga.sekian dan terimakasih,maaf bila ada salah.
Komentar
Posting Komentar