Langkah Pertamaku Menjadi Pejuang Lingkungan





Ketika dulu saya memikirkan mau jadi apa saat dewasa nanti,saya mencoba memikirkan profesi profesi yang bisa memberikan dampak yang nyata kepada masyarakat, yang tindakan dan perilaku dari yang kita lakukan, walaupun kita tidak ada,rasa manfaatnya masih bisa terasa dampaknya. Di satu sisi yang lain,saya merasa risih terhadap pengolahan sampah, limbah dan penataan kota di Indonesia yang masih belum bisa maksimal. Oleh karenanya, salah satu jurusan yang saya pilih adalah Teknik Lingkungan Brawijaya dan pada akhirnya,saya dinyatakan lolos di Teknik Lingkungan Brawijaya. Inilah tempatku dimulai, tempatku bermula untuk menyematkan diri sebagai mahasiswa.
Saya merasa bersyukur bisa berada di Teknik Lingkungan Brawijaya yang tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bisa mengenyam pendidikan sampai tingkat ini. Saya bisa belajar di Kota Malang yang sejuk, Dosen-dosen yang inspiratif, Kakak-kakak tingkat yang luar biasa dan teman teman yang menyenangkan. Saya terharu ketika mendengar cerita kakak kakak tentang perjuangan dan pengorbanannya untuk bisa menciptakan TL sampai seperti ini. Mulai dari perjuangannya membangun Teknik lingkungan ini menjadi prodi, akreditasi menjadi A, menyelesaikan masalah tentang gelar dan perjuangan yang tak kalah pentingnya ketika membentuk KMTL. Keluarga Mahasiswa Teknik Lingkungan Brawijaya. Sebuah wadah yang didasari dari rasa kekeluargaan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan Brawijaya. Dimana antara teman, adik tingkat, kakak tingkat dibangun atas dasar kekeluargaan.
Berbicara tentang KMTL, saya dididik di KMTL untuk bisa menjadi pribadi yang solid, peduli, suka menolong, belajar menerima perbedaan, bermental kuat dan berbagai nilai nilai kebaikan lainnya. Kita juga diajarkan untuk bisa mengamalkan isi dari mars KMTL tersebut. Dari dasar kekeluargaan itu,kita mahasiswa Teknik Lingkungan Brawijaya dengan semangat tridharma, membangun lingkungan menjadi lestari sebagai bentuk pengamalan nilai pancasila. Kita juga tidak boleh lupa, segala perbuatan kita dilandasi karena Allah dan diikuti dengan hati yang tulus dan bersih. Dengan langkah berani dan kerjasama,tidak mustahil sebuah perubahan positif bisa kita lakukan untuk membawa bangsa kita maju dan sejahtera lingkungannya. Itulah nilai nilai mulia yang bisa saya ambil dan saya lakukan sebagai mahasiswa Teknik Lingkungan di Univeristas Brawijaya.
Kakak kakak tingkat juga menanamkan pentingnya untuk bisa menjaga hubungan antar angkatan, baik kepada kakak tingkat maupun dengan teman satu angkatan. Karena kuliah pun bukan hanya masalah akademisi dan IPK, tapi juga bagaimana kita bisa mengembangkan softskill kita untuk bisa bersosialisasi dan membangun relasi kepada siapapun yang kadang pelajaran seperti itu tidak kita dapatkan di dalam ruangan kelas melainkan dari bergaulnya kita dengan yang lainnya. Disini saya ingin juga mengucapkan terima kasih kepada kakak kakak tingkat yang sudah berbagi cerita, pengetahuan dan pengalamannya kepada kami.
Saya berharap kedepannya untuk Teknik Lingkungan semoga dapat menjadi Teknik Lingkungan yang lebih baik, untuk KMTL dapat menjadi lembaga mahasiswa otonom,lebih bisa mengeratkan rasa kekeluargaannya, untuk angkatan TL 7 semoga bisa semakin bisa ditambah solidnya dan yang paling saya harapkan kita mampu bersama-sama  menjaga dan mengajak masyarakat untuk bisa peduli dan cinta lingkungan.
 Ya, inilah langkah pertamaku menjadi mahasiswa, membangun bangsa, memberikan konstribusi nyata untuk perubahan indonesia ke arah yang lebih baik, Indonesia yang lestari di Teknik Lingkungan kampus perjuangan, Universitas Brawijaya. Kampus ini menjadi sanksiku melangkah menjadi pejuang lingkungan. Setidaknya ketika citaku tidak tersampai, niatku untuk merubah lingkungan menjadi lestari telah tertuang dalam tulisanku ini. Salam lestari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fokus SDG

Think Critically, Seni Berpikir Kritis